24 August 2009

Wisudawan dari Asrama

Pagi itu, 20 April 1996, hari wisuda sarjana. Aku sudah mempersiapkan diri sejak pagi, mengenakan baju terusan batik yang baru dijahit ibu. Mengenakan kerudung putih yang juga baru, dan sedikit berdandan. Toga biru dengan kelepak hitam, pinjaman dari seorang teman, tampak gagah kukenakan. Topi sarjana dan medali berlambang Ganesha melengkapi penampilanku pagi itu. Hari itu, aku satu-satunya wisudawan dari asrama putri.
Sambil menunggu orangtuaku, beberapa teman sudah menunggu untuk berfoto bersama. Yang akan jadi pendamping wisuda seorang kawan (anak asrama putra ;)), tampak sudah siap dengan gaun terbaiknya. Dia pasti akan ketemu calon mertua kan... ;) Ada pula yang memang niat berfoto bersama wisudawan, hingga sedari pagi sudah mandi dan berdandan rapi. Beberapa teman lain PD-PD aja untuk berfoto bersama sang wisudawan, walaupun mereka baru keluar kamar, belum sempat menyegarkan diri di kamar mandi.
Apa yang ada dalam pikiran mereka? Bahwa baunya toh tak akan nampak dalam foto? Toh aroma mereka pun akan tersamar saat berada di luar, karena saat itu sudah dekat Idul Adha, sehingga banyak tenda penjual kambing di sekitar Gelap Nyawang dan Ganesha. Foto tak akan mengungkap rahasia, tapi foto pun tak akan berdusta. Kelihatan kan, siapa yang sudah mandi, siapa yang belum? Tidak cukup dengan pose formil, ada juga yang ingin berfoto dengan gaya bebas, sampai nungging-nungging segala. Astaga...
Ayah dan ibuku datang, dan aku tentu saja menyempatkan untuk berfoto bersama di taman asrama. Setelah itu kami ke kampus, dan siangnya aku langsung pulang ke rumah bunda, tak lagi mampir ke asrama. Biasanya juga tak ada tradisi khusus untuk para wisudawan asrama. Tak ada juga yang akan kehilanganku. Besok-lusa toh aku bisa datang dan mampir lagi, sebelum benar-benar keluar dari komunitas Ganesha. 3,5 tahun di asrama, sebuah periode berharga dalam kehidupanku. Akan terkenang selalu. Aku rindu asramaku...

29 July 2009

Asrama Putriku Dahulu

Beberapa waktu yang lalu ketika aku melintas di jalan Gelap Nyawang, Klinik Keluarga ITB berdiri di sudut jalan persimpangan jalan Gelap Nyawang dan Ciung Wanara. Ah... bertahun berselang, aku masih tinggal di gedung yang sama, sebagai penghuni asrama putri ITB yang lebih dikenal sebagai AP-ITB.
Kapasitas Asrama Putri hanya bisa menampung 43 orang penghuni, yang tentu saja berasal dari berbagai fakultas di ITB dan juga berbagai daerah di Indonesia. Tidak terlalu banyak sih, kalau dibandingkan dengan jumlah mahasiswa ITB keseluruhan. Di angkatan 90 saja, ada sekitar 1600 mahasiswa kan? Kalau seluruh ITB? Wah... angka 43 orang itu nggak ada apa-apanya. Tapi justru dengan jumlah yang sedikit itu, keakraban di antara kami terjalin erat sekali.
6 bulan pertama di AP, kujalani sebagai calon penghuni, dengan berbagai tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Tugasnya tidak berat sih, semisal memasak air sore untuk persiapan petugas jaga malam, menyediakan kopi dan gula untuk mereka, membuka dan menutup kerai dan jendela di ruang-ruang umum, 'mengusir' tamu yang masih betah selepas pukul 9 malam, mengunci pintu ruang tamu dan beberapa ruang umum lainnya, sampai kerja bakti di akhir masa ca-peng.
Kadang seru juga kalau kebagian tugas membuka dan menutup kerai di ruang makan, soalnya bisa sekalian mengintai Alpukat jatuhan yang legit banget. Tiga batang pohon Alpukat di belakang ruang makan ini memang menjadi incaran seisi asrama, soalnya buahnya besar-besar dan rasanya sungguh... mmm... bikin ketagihan deh.
Selama hampir tiga tahun masa tinggalku di AP, beberapa kali aku berganti partner dan berganti kamar, tapi aku selalu kebagian kamar yang menghadap ke jalan Gelap Nyawang. Di sini masalahnya...
Setiap akhir pekan dan hari libur, kawasan Ganesha dan Gelap Nyawang diramaikan oleh wisata kuda. Kalau sudah lewat tengah hari, jangan harap bisa membuka jendela kalau tidak ingin aroma kuda dan hasil metabolisme tubuhnya masuk ke kamar dan menetap selama berjam-jam. Betul-betul mengganggu kenyamanan di kamar. Kalau jendela ditutup, sirkulasi udara tidak berjalan. Tapi kalau jendela dibuka, aroma tak sedap semata yang masuk kamar. Serba salah deh jadinya. Selain tiu, kita juga harus ekstra hati-hati melangkah di luar, jangan sampai menginjak 'ranjau darat' yang bertebaran di sepanjang jalan. Walaupun ada peraturan "Kuda wajib bercelana" untuk mencegah bertaburannya kotoran mereka, tapi tetap saja namanya juga kuda... ada saja yang tercecer. Yaiks!
Maka dari itu, beberapa di antara kami biasa pergi ke kampus yang hanya berjarak 200 meter-an dari asrama untuk memanfaatkan lapangan basket di hari minggu pagi. Paling tidak, 'mencuri' udara segar sebelum tercemar aroma kuda siang harinya.
Di masa penerimaan mahasiswa baru, jamannya penataran P4-lah, kita sempat-sempatkan nggodain mahasiswa baru. Mereka dengan mudah dikenali melalui seragam putih-putih dengan dasi hitamnya. Ketika baru keluar dari gerbang kampus dan mendapati seorang mahasiswa baru sedang memarkir mobil di jalan Ganesha, kita berondong dia dengan komentar, "Eh... mahasiswa baru nggak boleh bawa mobil ke kampus lho..." Komentar seperti itu membuat mereka jadi salting dan serba salah. Ada juga sih yang cuek. Iih...
Yang seru sih kalau kita sudah berjalan cukup jauh dari gerbang utama kampus dan bertemu dengan mahasiswa baru yang sedang berjalan kaki menyusuri Ganesha. Wajah-wajah segar dan bersemangat mereka sangat menggoda untuk dicandai. ;) Kami berlima atau berenam yang 'berpakaian preman' tentu saja tidak melewatkan kesempatan untuk sedikit berbincang-bincang dengan mereka.
"Dek... dek... mahasiswa ITB ya? biasanya itu jadi kalimat pembuka. Tentu saja mereka mengangguk dengan senyum mulai mengembang di bibir mereka.
"Wah.. hebat ya..?"
"Bisa lolos ke ITB, pasti pinter dong ya...?" komentar-komentar sanjungan seperti itu membuat mereka tersipu sipu dengan hidung kembang-kempis. Mereka mungin tidak tahu, bahwa yang menggodai mereka, ya mahasiswa ITB juga. Haha...!

26 July 2009

Zadoel: Pasca Orla

Kali ini adalah foto-foto zadoel sumbangan Mbak Kien... tks ya mbak....


POram!!! para capeng harus ikut!! pokoknya gak boleh ngaku anak Aspuri kalo gak kebagian poram... (sorry tin... udah ingat belum??)
walaupun saya heran juga, kok para senior heboh nyuruh latihan baris dg segala gaya shubuh2 dan berminggu-minggu..padahal udah jelas gak ada saingan.....
Tapi lumayan juga kita jadi punya kolelsi seragam poram yg diamin buatan sendiri.... itu topinya kata kak nana tempat buah.... tapi yg jelas rombongan ini kaya anak tk bukan mahasiswi... hihi sorry....

heran!! kenapa ya yg didepan suka ngegaya abis... tak kurang calon tukang insinyur pun bergaya duduk menatap jauh ke depan seolah tak peduli sama yg motret.... gak nyambung atuh oom...

Nah, ini pasti di halaman depan... di foto ke arah ciung wanara... ranting-ranting pohon membuat indah... secantik para manasiswi di latar depan (yg dua lagi duduk gak diitung)



Ajang foto favorit satu lagi... di depan pintu ruang tamu... kemarin dikasih tau siapa aja sekarang lupa lagi..
paling kanan kak nus, terus mbak sri lembayung, duduk di kanan kak nana, 3 dr kiri mbak sri? lho mbak kien-nya mana?




yg ini aku tau.... mbak kien duduk nomor 2 dr kiri...
kalau liat dandanannya pasti lagi ada acara pesta... biasanya wisuda dan hari sarjana...




piano.... sudah duduk rapi di tempatnya dan tidak berubah sampai daku meniggalkan aspuri di thn 1983....





kayanya gak ada anak aspuri yang tidak punya foto sudut bertangga. ruang tamu....
kalau foto di bawah tangga... kayanya yg punya cuma daku dan mantan pacarku...






kalau yg mau mantu bilangnya ini pager ayu..... mbak kien paling kiri
di jamanku, pagar ayu untuk acara wisuda diserahkan pada capeng dan disupervisori oleh senior yg paling galak...






Bu alex tercinta.... sejak tahun berapa ya bu alex mengabdi sebagai ibu asrama? kacamata hitam selalu tak tertinggal.. apalagi kalau mau nginspeksi rumah putra.... plus payung.....









syarat jadi pagar ayu.... kepala disasak seperti sarang burung atau pake kebaya....







23 July 2009

Zadoel: 50an dan 60an

Ini foto-foto yang dengan semangat berbagi dikirim oleh mbak Soewarni dan uni Ida. Mohon maaf baru sekarang kuberbagi dengan teman-teman semua, setelah puas kunikmati sendiri (hehe licik ya...) Foto-foto dari Mbak soewarni bertajuk tahun 58 sampe tahun 62, sedangkan foto Uni Ida kelihatannya pasca Orde Lama. Foto-foto mbak Soewarni membuktikan kebenaran klaim bang Ucok bahwa sebagian anak Aspuri adalah anak Rumah E....

Dibawah ini dari album mbak Soewarni.... Terimakasih banyak ya mbak...


Rumah Sawung Galing....
sudah pinter, cantik... pintar bergaya pula...












K-7, siapa aja ya... apakah ada yg masih aktif rerumpian dengan kita selain mbak soewarni?

Lihat model kebaya yang lagi beken awal 60an... kebaya pake bef??










eh, mbak soewarni yg mana ya....
pesta makan wisuda....







Piano???? apakah itu sama dengan yg ada di Ruang tamu tahun 70-80an??
Yg lagi distrap ini kayanya para wisudawati aspuri ... ternyata hari sarjana Aspuri sudah dimulai hampir seumur itbnya sendiri... dan lestari sampai gelap nyawang bubar...
Luar biasa...

Tajuknya "gelap nyawang 59" kayanya ini foto bareng pertama di gelapnyawang... kalau lihat rapihnya, pasti habis pesta.... dansa? wuih...

Cuma, ini di ruang mana ya? tempat favorit foto bareng aspuri di ruang tamu... cuma saya kok sulit mengenali sudut yg ini...










Dansa yuk dansa......
Ruang makan disulap jadi ballroom versi aspuri 50an... asik.... liat baju yg kalau gak salah waktu aku balita dinamai ken-ken???









Yang berikut foto bandung yg dikirim dr jerman nun jauh di sana... hebat juga Ni Ida, aspuri dibawa melanglang buana.... Terimakasih banyak Uni, sudah mengirim foto-foto ini... Akhirnya kudapat juga foto ruang rekreasi lantai atas.... termasuk foto langka... entah kenapa jarang ada yg ngegaya di sana... takut ada penampakan? Yg menarik diamati model rambut, panjang baju, dan gaya foto... aih... ternyata selain pintar cewe aspuri juga bakat jadi model, suit...suit...


Ajang foto favorit....
Ruang tamu...
Lihat mode rambutnya.... banyak sekali kandidat model untuk iklan shampo...
Eh... ada yg udah pake celana panjang.. kayanya di jaman thn 50an belum ada tuh....






Ngegaya dulu ah..... mumpung ada yg bawa kamera...
mulai mode baju semi mini....
Uni ida yg mana ya....
Ruang makan, dijadikan resto lesehan untuk selamatan....

Sampai akhir masa bhakti gelap nyawang sebagai aspuri, masih sering dilakukan...









Nah ini dia, foto favoritku...
Ruang rekreasi....
Lagi nonton TV (b-w pastinya, baru beli TVcolor itu di thn 80an, hasil parsel lebaran...)
Serius amat sih nontonnya...







suit....suit..... lihat yang pada ngegaya di latar depan..... ada gaya miring... ada gaya seolah lagi di kursi malas...











Yang belum lengkap dari kilas sejarah ini adalah tagging.... daku bahkan tidak bisa menemukan Mbak Soewarni dan Uni Ida di foto-foto ini..... yuk tagging bareng....
Ada lagi foto-foto dari Mbak Kien.... tapi next time ya.... publish dulu yg ini...
Semoga dapat dinikmati...
Salam kangen...
Jun
25 Juli 2009

20 April 2009

Reuni Ciwidey 19 April 2009


Kebingungan mencontreng Pemilu membawa hikmah, Reuni Aspuri dan Rumah E ITB di Ciwidey 19 April 2009. Di facebook Bang Ucok bilang,"kalau sudah menentukan pilihan, boleh memandang anggrek sambil minum juice strawberry di Ciwidey". Ajakan "aku contreng Ciwidey" bersambut. Urusan tanggal agak alot, rumah E ingin 18 April, padahal beberapa Aspuri harus duduk manis di sabuga: wisuda ananda tercinta. Setelah pasti 19 April, serangan SMS menggantikan serangan fajar, tercatat 47 nama mencontreng Ciwidey, walau beberapa ternyata berhalangan. UAN, sakit, anak, dan tugas, mendominasi alasan.


Jam 8 pagi dari rumah, mampir ke Griya Pasteur jemput Mbak Tuty dan Lilik Chusnul. Tak henti berceloteh sepanjang jalan dan sampai di Regar Orchids km5 no 730 kp Cilastari jam 930. Rombongan Mbak Iis dan Kun sudah di sana, dan tentu saja Kak Anita dan Bang Ucok yg tuan rumah. Sidak sampai ke lantai teratas sambil tak henti memasukkan jeli strawberry kak nita kemulut, yummy, baru menuju ke tempat pertemuan di tengah rumah anggrek dan langsung sidak lagi. Satu anggrek yang bertampang capung lengkap dg mata dan hidung, sudah kunominasikan sebagai doorprize. Sayangnya yg punya tak berkenan. Tentu saja! Anggrek langka! Namanya juga usaha..

Teman-teman mulai datang. Senangnya kak Nana, salah satu fotografer andalanku, muncul, bersama Eva, putrinya fotografer lebih unggul. terus muncul juga andalan lainnya, Mbak Ani dan Pak Eko. Alhamdulillah aku tak perlu praktek kursus singkatku semalam. Diakhir kutahu, banyak fotografer di aspuri, termasuk Lilik dan Lestari yg fotonya dipejeng di tulisan ini.

Aku sedikit ngomel senang ke Mbak Ani K dan juga mbak Ani B yg tidak mendaftar. "Dipaksa Bang Ucok" aku keduanya. Asik melihat yg datang dari ketinggian tempat acara dipusatkan. Kalau yg datang Aspuri, yg perempuan melangkah duluan dg pede. Sebaliknya, kalau yg datang alumni E, yg laki melangkah di depan dg celingukan. Tapi senang bareng rumah E, saya dan Dina bisa reunian dg Hilwati, istri mas Pras. Kalau ada Yanti, reuni T7-77 lengkap. Suguhan mulai muncul, yg pertama adalah pisang goreng dan kue2 potluck serta juice strawberry. Pisang goreng gak pernah bersisa lama di meja, juga juicenya.

Para capeng 80an memilih datang agak siang. Terpaksa kuberbagi tugas dg Dina untuk kencleng, karena sempat kami berdua jadi 'capeng'. Dina bebas tugas capeng setelah Pudji datang, dan Pudji terbebas setelah Budi dan Erny datang. Lestari capeng termuda datang cukup telat, sementara Titik, capeng yg baru gabung, sampai setelah bertelepon ria tanya alamat.

Setelah agak lengkap, kuminta Bang Ucok membuka acara, tapi si abang ngeles terus. Belakangan kusadar ternyata si abang harap cemas menunggu sang nyonya kak anita yang belum selesai memasak. Dari absensi daftar hadir, tercatat yg datang 39 orang dari angkatan 50 sampai 86: kak anita/ta68, kak wati/fa73, kak el/ki68, kak asih/fa72, kun/ti76, mbak tuty/ar74, dina/tk77, ismi/ta78, lilik cc/fa76, budi/fi81, kak enchi/tp69, pudji/ma79, mbak wud/ma55, kak yuyun/tk71, erny/fa81, emma/tk79, mbak lilik/fa61, mbak wiwik/fi61, mbak titik/fa59, kak ros/bi61, mbak oes/fa50, kak nana/tp68, mbak tineke/fa53, mbak ninies/to65, kak roma/tp74, mbak titing/si75, lestari/gm86, mbak dien/tp74, mbak tini/pl72, kak nastri/tp75, titik/pl83, mbak ani barti/bi72, mbak ilse/el56, jun/ti77, mbak iis/ar75, mbak ani kus/fa74, koo/bi79, kak ken/pl75, nilam/fa81.

Paling tua, mbak oes, paling muda lestari, paling jauh kak nastri/aci (aceh), paling bahagia kak nastri dan kak ken yg sabtu ikut wisuda di sabuga dan datang bersama keluarga. Surprise liat orang jauh, bang ucok udah mau membopong kak aci yg emang imut itu, sampai, "Bang, ada anakku lho.." ujar kak aci, disambut ketawa semua yg hadir. Kak Ken sebagaimana biasa, spesialis telat, tapi yg lebih telat lagi yang baru melahirkan anak ketujuh, nilam sekeluarga. Sebagian malah udah pulang. Gakpapa pokoknya ngumpul dan aku kebagian anak ketujuhnya. Terimakasih ya..

Rentang angkatan yang mencapai 36 tahun ternyata bukan penghalang, malah berbagi cerita antar masa membuat reuni makin asik. Para angkatan 50an sama antusiasnya dengan angkat 60an, 70an, dan 80an. Kadang ditambah dg celoteh dg teman2 rumah E. Sebagaimana biasa: Aspuri rules! kita menang banyak dan menang kicauan, dan kali ini juga menang kencleng! Ceritanya, setelah kencleng aspuri terkumpul, para capeng ragu minta kencleng rumah E. Dankapok turun tangan, mendatangi kumpulan rumah E dg tas kencleng. Mbak iis ngomporin,"aspuri minimum 25rb, rumah e 100rb". Breaking news,"kencleng untuk dana konsumsi, kalau sisa masuk kas aspuri" Kontan bang ucok ngakak,"katanya gak mau ngurus rumah E, tapi kenclengnya mau". well, anjing menggonggong kafilah berlalu dan salahnya mereka tidak inisiatif buka kencleng
Akhirnya makanan mulai mengalir. Yg muda duduk di tikar, yg lebih senior di kursi. Eh capeng lestari tetap dikursi, "lagi ngobrol dan menemani mbak Wud" alasannya merespon plototanku. Dasar si bontot! Bang ucok dan kak anita membuka acara dan dilanjutkan dg wakil aspuri. Aku terpaksa berdiri. Lagi berusaha serius, Bang Ucok menyela dg membawa alumni rumah E yg ternyata dosenku, Prof DrAgus Salim (prof?) Sapa sangka pak agus salim berani tampil 'beda' dg celana sedengkul dan bretel?? Walah.. Kena Deh.. Sambil nunggu makanan kumpul, acara ditambah dg melonco yg ultah april: mbak wiwik, pudji, koo, mas pras dan uda asril. Plototanku menggerakkan capeng bungsu untuk membantu, apalagi mas agus dg gigih bahu membahu dg mbak iis mondar mandir membawa piring2 lauk. Tapi ternyata masnya lestari lebih gesit mundar-mandir, maklum kalau si doinya tak ingin ketinggalan cerita dan jepretan. Salut dan terimakasih pada dua mas teladan itu

Acara 'resmi' diakhiri doa. Terus... Serbu!!! ke meja makan yg penuh dg aneka makanan. hm hm ikan goreng dan karedoknya luar biasa. Setelah makan, kak nana pamit pulang ada acara di jakarta. Setengah memaksa daku ngajak foto bersama dulu. Sayangnya sebagian sudah pergi ke musholla dan sebagian lain udah berkeliaran dikebun bang ucok yg sehektaran. Mohon maaf kalau sesi foto bersama tidak selengkap dan seteratur waktu HBH. Sebagian senior juga pamit pulang setelah sholat.

Yg tersisa kemudian diajak melihat koleksi anggrek indukan. Wow.. luar biasa keragaman koleksi bang ucok. Banyak sekali anggrek langka asli Indonesia, semua indah, dan .. semua tidak dijual. Bang ucok menjelaskan bagaimana mengawinkan anggrek dan bagaimana anggrek hamil. Kalo tidak nyerempet-nyerempet bukan bang ucok namanya. Tapi kita jadi dapat ilmu juga. Aku lari ke tempat pertemuan yg sudah kosong mengambil kameraku. Tidak kuat untuk tidak mengabadikan keindahan CiptaanNya yg ada di negeri kita. Rasanya tak kan pernah puas berada di sana. Waktu cepat sekali berlalu.

Setelah menyelesaikan administrasi dana dg kak anita (hore... kencleng sisa 800ribuan, terimakasih semua), kudapati para angkatan tujuh tua ngerumpi di kamar kak nita sambil makan kacang rebus. Duh, suasananya terasa sangat AP, rugi kalau gak gabung. Sampai akhirnya mbak tuty dan lilik terpaksa menjemputku. Tapi... eh aku keluar, mereka masuk. Setelah puas memilih-milih aku kusisihkan 3 anggrek sebagai oleh buat pecinta anggrek di rumah plus surprise dari bang ucok. Sebelumnya aku sudah menyisakan 3 kotak jelly strawberry untuk di bawa pulang.
Waktu berpisah pun tiba. Pamit pada empunya rumah disertai ucapan terima kasih tak terhingga. Pamit juga pada mbak dan adik yg masih betah bercengkrama. Seikat kacang buluh yg sengaja dipanen untuk oleh2 kuraih dan kubawa pulang. Terimakasih semua telah membuat hari minggu tanggal 19 April menjadi kenangan manis yg sulit dilupakan. Semoga lain waktu kita bisa jumpa lagi dan lagi dan lebih banyak lagi. Mohon maaf bila ada kata dan laku yg salah dan kurang berkenan.










































07 April 2009

Kisah Seorang Istri yang Suaminya Terkena Serangan Jantung

Ini cerita/kisah nyata (pengalaman pribadi) yang mungkin akan menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua.

Tanggal 29 April 2006 : malam kira jam 21.00 setelah makan malam.. suamiku merasa tidak enak badan.. masuk angin di sekitar perut dan punggung.. seperti terasa ditusuk2... rahang terasa agak kaku, mulut agak asam ... minta dibikinkan air jahe hangat.. minum lalu tidur.
Tanggal 30 April: Bangun tidur... pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau ke kantor. Malam hari di jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal yang sama kembali seperti malam sebelumnya... dibikinkan jahe hangat kembali dan dipaksa tidur.. Tengah malam sekitar pukul 01...00 dinihari keluar keringat banyak dibadan yang ada dibenak saya dan suami mungkin angin sudah keluar.... makanya badan enakan.
Tanggal 1 Mei 2006: (Peristiwa penting dalam kehidupan keluarga kami)
Pagi.... rutinitas seperti biasa, ke kantor masih telp siang hari.. Seperti biasa karena tidak mendapat parkir di BEJ maka mobil di parkir di Cafe Bengkel.. Semangi dengan jarak 1 km dari BEJ. Sore jam 16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir... sepanjang jalan suamiku merasa kaki tak dapat dilangkahkan. .. ... . Leher terasa semakin kaku.. keringat dingin bercucuran.. dingin dan lemas sekali seperti tak bisa bernafas.. Beliau berusaha mencapai tempat parkir dan berhasil masuk ke dalam mobil.. (tidak sempat menghidupkan mobil.. Kaca tertutup semua.. lampu hijet dinyalakan.. . pintu tidak dirapatkan) dan sempat menghubungi saya untuk mengatakan "bunda, cepat kemari.. ayah tidak kuat lagi"! (Suami ku tipe orang yg tidak pernah mengeluh,, tidak ingin merepotkan orang, sangat mandiri.. karena perantau dan biasa hidup susah). Saya merasa pasti sesuatu terjadi..... karena kenal betul sifat beliau.

Saya membutuhkan waktu kira2 setengah jam sampai di tempat kejadian... Yang saya temukan beliau sudah hampir hilang kesadaran.. Baju basah kuyup seperti berendam di kolam air.. muka pucat bagai mayat.. Saya berteriak2 minta pertolongan. .yang kebetulan saat itu banyak2 supir2 sedang bersiap jemput majikannya. Orang2 berlari memberikan bantuan.. baju kering.. aqua.. bahkan security membuatkan teh panas manis.. dan memaksa suami saya untuk minum...

Pikiran saya bekerja.. Saya butuh pertolongan orang yang ahli.. Saya telp sabahat kami seorang dokter di JBE.. Saya ceritakan kronologis kejadian.. Beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari suami dengan benda tajam.. Apapun (waktu itu kuku jari tangan saya) supaya suami saya terkejut dan membuat kesadaran tidak betul2 hilang2.. ajak bicara terus.. dan segera bawa ke rumah sakit terdekat... Pilihan cuma ada dua Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) atau Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK). Minta lakukan EKG.. tensi darah.. Itu yang harus saya lakukan segera. Pilihan saya ke RSJHK karena arah ke Selatan macet.

Sepanjang perjalanan.. saya mengajak bicara terus.. mengendorkan ikat pinggang.. Kami sampai di rumah sakit.. kebetulan brankar sedang kosong, jadi saya dibantu securiti rumah sakit tersebut mendorong ke UGD dengan kursi roda. Sampai di UGD suasana hiruk pikuk dan kebetulan hari itu UGD sangat penuh.. Suami saya ditolak.. karena dilihat masih dapat duduk di kursi roda.. dianjurkan untuk ke poli umum saja. Saya mengikuti saran ahli medis.. Saya antar suami ke poli umumnya dan sudah tutup, rasanya. . sakit seperti tidak diperdulikan.

Tapi.. Allah itu maha penyayang,, Campur tangan Allah mulai tampak nyata di hadapan saya.. Seorang dokter sudah senior tiba2 ada di hadapan saya (sepertinya selesai praktek). Beliau tanya ada apa ? Saya ceritakan apa yang terjadi.. Beliau mengajak saya kesebuah ruangan praktek dan mulai melakukan pemeriksaan lengkap.. Muka beliau sangat terkejut begitu membaca hasil EKG. Dunia bagai kiamat waktu beliau mengatakan "Suami Ibu terkena serangan jantung koroner"! Harus segera penanganan intensif.. Saya mengatakan UGD penuh.

Beliau katakan 'Tidak ada pilihan lain harus ke UGD sekarang juga' beliau membuat 'rekomendasi urgent'... Katakan saja dari Dr. Aulia Sani (ternyata beliau mantan Direktur RSJHK). Yang tadinya kami ditolak.. kemudian diterima di UGD walau harus dirawat di kamar yang betul2 penuh hari itu. di situ melihat orang datang dengan keadaan sudah meninggal karena terlambat sampai di RS, Saat di UGD tidak pernah satu tenaga medis yg menanyakan jaminan apapun kepada saya (Ternyata itulah moto RS tersebut, Tindakan Dahulu...... Uang baru nomor berikutnya).

Dokter Aulia turun tangan langsung, didampingi dokter Robert dokter jaga UGD saat itu.. Suamiku di tangani seksama.. 1 jam berkutnya aku dipanggil keruangan dokter2.. Disana sudah ada dokter Aulia & Robert.. Beliau menjelaskan kondisi suamiku yang sebenarnya.. dan mereka bertanya apa yang terjadi 1 minggu kebelakang sebelum suamiku kena serangan jantung hari ini. aku cerita rangkaian kejadian.. Beberapa malam yang kami kira masuk angin...

Beliau katakan PADA MALAM2 ITU SEBENARNYA JANTUNG SUDAH TERKENA SERANGAN WALAUPUN RITME KECIL.. TAPI SUDAH ADA BEBERAPA KOMPONEN JANTUNG YANG MELEMAH.. hingga saat serangan dahsyat datang.. langsung menganggu dan rusak..

Rupanya itu belum selesai.. Dokter minta saya berdoa banyak... 3 jam berikutnya adalah MASA PENENTUAN.. karena akan datang serangan KEDUA yang maha dahsyat sementara akibat dari serangan pertama.. ada pembuluh yang rusak.. biasanya orang jarang selamat.. karena faktor TIDAK MENGERTI.. DAN TIDAK DITANGANI DENGAN TEPAT.

Mereka mengatakan fungsi jantung suamiku untuk sementara diganti dengan mesin pacu jantung. Mudah2an ini dapat membantu bertahan. (waktu serangan pertama, dada belum terasa sakit). kira2 jam 21.00 suamiku mengalami serangan jantung kedua yang membuat denyut jantung berkisar 40.. (padahal normal 70). Jam 11.00 suamiku langsung di masukan ke ICU karena kondisi kritis.. dada sakit hebat.. sesak tidak dapat bernafas.. (pada saat itu aku hanya bisa menangis.. bingung.. sendiri). Allah banyak membantu kami .. aku banyak bertemu orang yang senasib sepertiku.. yang mereka sudah ada di RS tersebut berbulan2 lamanya. Aku bertemu dokter2 hebat yang baik hati dan banyak memberi pertolongan penjelasan yang mudah aku mengerti.. dorongan dan suport dari semua teman keluarga dan sahabat dari luar daerah dan luar negeri yang membuat aku berkata "AKU HARUS KUAT..SUAMI MEMBUTUHKAN AKU & ANAK2 BUTUH AKU ")

Pasangan hidupku terbaring 20 hari di ICU dengan keadaan semakin drop.... sementara dokter2 benar-benar mempersiapkan tindakan yg paling tepat. Hari ke 20 dipersiapkan katerisasi dipimpin Dr. Kaligis (tindakan medis mengalirkan cairan putih (kontras) ke dalam semua pembuluh jantung untuk mencari dimanakah sumber penyumbatan akibat kolesterol dan pembalonan di lokasi penyumbatan diiringi pemasangan stand/ring sesuai panjang sumbatan. (Tindakan seperti ini sangat mahal) hingga bila terjadi penyumbatan lebih dari tiga buah dokter2 menganjurkan untuk by pass yg kesempatannya fifty-fifty...
(harga recovery sebuah jantung sakit itu sama dengan harga sebuah rumah atau mobil mewah).
SAYANGILAH JANTUNG ANDA... Tapi itu belum seberapa.... pasangan hidup kita.... akan memulai masa penyembuhan dengan banyak memerlukan perhatian makanan, kasih sayang yang lebih banyak dari semula.. kesabaran yang tak terhingga.. karena mereka mulai sehat dengan proses kepercayaan diri yang hilang... dan sifat yang berubah 180 derajat, sangat sesintif dan mudah tersinggung. itu semua proses.. yang kita sebagai pasangan hidup tidak pernah tau kapan berakhirnya. ....anggap itu semua ibadah.

SARANKU.. HINDARI MAKANAN PADANG .. 75% pasien jantung penyuka masakan padang Sekali2 cobalah datang ke RSJHK.. disana terlihat pasien jantung koroner mulai di usia diatas 25 thn.. Diatas umur 30 kita sudah terkena resiko pengentalan darah. Perempuan jika masih haid terlindungi dari penyakit jantung karena memiliki hormon . Jika di masa subur wanita terkena sakit jantung.. itu adalah cacat bawaan seperti kebocoran katup dan klep. Berolah raga yang ringan saja.. Dianjurkan berjalan kaki pagi hari Ø 3 km atau berenang. Hindari olahraga yang menguras tenaga jika dari dulu kita bukan pencinta olah raga tersebut. Olah raga yang menguras tenaga memacu adrenalin, makan banyak SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan kolesterol jahat di tubuh kita. Hindari rokok walaupun pasif.... mulailah hidup sehat sebelum terlambat.. karena keluarga masih membutuhkan kita. Ø Insya'allah berguna dan bermanfaat.

Serangan Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas / hangat.... Artikel ini berguna untuk semua. Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi berhubungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!. Secara logik..., mungkin ada kebenarannya. . Orang-orang China dan Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan... dan bukannya air es. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas/hangat sewaktu menikmati hidangan!!!! Kita tidak akan kehilangan apa-apa... malah akan mendapat faedah dari kebiasaan ini. Kepada siapa yang suka minum air es, artikel ini sesuai untuk anda baca. Memang enak dan segar minum air es selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !!

Walau bagaimanapun, air es akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita. Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai penyakit. Jalan terbaik...adalah untuk minum sup panas atau air panas/hangat selepas makan.

Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!! Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa pada tangan sebelah kiri. Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian atas dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung. Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60% pengidap sakit jantung tidak bangun selepas tidur.

Marilah kita berwaspada dan berhati-hati. Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup...
PAKAR SAKIT JANTUNG berkata, jika semua orang yang mendapat e-mail ini menghantar kepada 10 orang yang lain, beliau yakin akan dapat menyelamatkan satu nyawa. Baca ini..... ia juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda!!!!.

Sumber : milis Fi-78

Daun Ubi Jalar - Obat DBD Paling Ampuh

Oleh omri - 26 Februari 2009

Dibaca 131 Kali -Ini jelas iklan.. dan kalau sampai masuk ke blog ini, berarti sang redaktur mengizinkan. Masalahnya yang satu ini ndak ada dijual, tapi cukup gampang didapat, nyari sendiri dan murah. Jadi iklannya ndak mempromosikan produk obat dan ndak butuh POM untuk melegalisir.

Obat DBD, demam berdarah dengue yang paling top dan ampuh saat ini, dan perlu dimasyarakatkan adalah Daun ULAR, alias Daun UBI JALAR. Ambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, rebus dengan seliter air selama lebih dari 5 menit [godok 1 jam juga bisa]. Minum sebagai pengganti air minum, berarti sekitar seliter sehari.

Ubi jalar ya Bung, bukan daun singkong. Ubi Jalar. Makanya saya pendekin jadi DAUN ULAR, biar pade inget, karena sudah beberapa teman jadi kekenyangan makan daun singkong. Resep ini sudah saya coba beberapa kali. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..

Beberapa teman juga saya sudah suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di "vonis" DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular kita, besoknya test lagi Trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.

Resep ini dari mana? Dari teman di Philippine, dan sedang populer sekali disana dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan disana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja " comote" atau "kamote", begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadali... Jangan googling nya "daun ular", yang keluar nanti gambar kobra ngantuk.. hehehe.

Selamat mencoba dan tolong diterusin ke tetangga dong. Ini murah meriah dan HEBAT. Effek sampingan mestinya nggak ada, karena daun ini biasa juga dibikin jadi sayur dikampung oweh atau paling nggak dibikin menjadi makanan ternak..

Sumber : http://public.kompasiana.com/2009/02/26
Pengirim : Sylvia