| Bersama bunda-bunda angkatan 50-an |
12 October 2010
Temu Alumni Aspuri. Pengen Lagii...!
20 April 2009
Reuni Ciwidey 19 April 2009



Akhirnya makanan mulai mengalir. Yg muda duduk di tikar, yg lebih senior di kursi. Eh capeng lestari tetap dikursi, "lagi ngobrol dan menemani mbak Wud" alasannya merespon plototanku. Dasar si bontot! Bang ucok dan kak anita membuka acara dan dilanjutkan dg wakil aspuri. Aku terpaksa berdiri. Lagi berusaha serius, Bang Ucok menyela dg membawa alumni rumah E yg ternyata dosenku, Prof DrAgus Salim (prof?) Sapa sangka pak agus salim berani tampil 'beda' dg celana sedengkul dan bretel?? Walah.. Kena Deh.. Sambil nunggu makanan kumpul, acara ditambah dg melonco yg ultah april: mbak wiwik, pudji, koo, mas pras dan uda asril. Plototanku menggerakkan capeng bungsu untuk membantu, apalagi mas agus dg gigih bahu membahu dg mbak iis mondar mandir membawa piring2 lauk. Tapi ternyata masnya lestari lebih gesit mundar-mandir, maklum kalau si doinya tak ingin ketinggalan cerita dan jepretan. Salut dan terimakasih pada dua mas teladan itu
Acara 'resmi' diakhiri doa. Terus... Serbu!!! ke meja makan yg penuh dg aneka makanan. hm hm ikan goreng dan karedoknya luar biasa. Setelah makan, kak nana pamit pulang ada acara di jakarta. Setengah memaksa daku ngajak foto bersama dulu. Sayangnya sebagian sudah pergi ke musholla dan sebagian lain udah berkeliaran dikebun bang ucok yg sehektaran. Mohon maaf kalau sesi foto bersama tidak selengkap dan seteratur waktu HBH. Sebagian senior juga pamit pulang setelah sholat.
Yg tersisa kemudian diajak melihat koleksi anggrek indukan. Wow.. luar biasa keragaman koleksi bang ucok. Banyak sekali anggrek langka asli Indonesia, semua indah, dan .. semua tidak dijual. Bang ucok menjelaskan bagaimana mengawinkan anggrek dan bagaimana anggrek hamil. Kalo tidak nyerempet-nyerempet bukan bang ucok namanya. Tapi kita jadi dapat ilmu juga. Aku lari ke tempat pertemuan yg sudah kosong mengambil kameraku. Tidak kuat untuk tidak mengabadikan keindahan CiptaanNya yg ada di negeri kita. Rasanya tak kan pernah puas berada di sana. Waktu cepat sekali berlalu.
Setelah menyelesaikan administrasi dana dg kak anita (hore... kencleng sisa 800ribuan, terimakasih semua), kudapati para angkatan tujuh tua ngerumpi di kamar kak nita sambil makan kacang rebus. Duh, suasananya terasa sangat AP, rugi kalau gak gabung. Sampai akhirnya mbak tuty dan lilik terpaksa menjemputku. Tapi... eh aku keluar, mereka masuk. Setelah puas memilih-milih aku kusisihkan 3 anggrek sebagai oleh buat pecinta anggrek di rumah plus surprise dari bang ucok. Sebelumnya aku sudah menyisakan 3 kotak jelly strawberry untuk di bawa pulang. 
Waktu berpisah pun tiba. Pamit pada empunya rumah disertai ucapan terima kasih tak terhingga. Pamit juga pada mbak dan adik yg masih betah bercengkrama. Seikat kacang buluh yg sengaja dipanen untuk oleh2 kuraih dan kubawa pulang. Terimakasih semua telah membuat hari minggu tanggal 19 April menjadi kenangan manis yg sulit dilupakan. Semoga lain waktu kita bisa jumpa lagi dan lagi dan lebih banyak lagi. Mohon maaf bila ada kata dan laku yg salah dan kurang berkenan.
06 November 2008
HBH dan Reuni di Pancoran
Pasukan dibagi, mbak tini, ella, dan lestari satu mobil, aku, dina dan pudji di mobil satunya. Perjalanan lancar sambil nostalgia, cerita anak, dan debatan seru tentang itb (mumpung ada bu wakil dekan nih). Tak terasa udah sampai ke rumah kak idayanti dan mas palgunadi yg sangat mudah dicari… Capeng pudji (untuk beberapa waktu sineng jadi yg termuda bersama lestari) protes lagi,”bener kan kepagian...” jam belum menunjukkan setengah sepuluh… malu juga nih dg tuan dan nyonya yg jadi terburu-buru bersoleknya (tetap cantik kok kak ida), jadi ngerjain… Untung udah ada rostina, bang ibar dan mbak emmy yg katanya diminta datang pagi untuk bantu2…. Nah ada manfaatnya kan datang pagi…
Bantu-bantu sekenanya… motongin buah rujak berenam, yg dua senior ngontrol hehehe… ada yg motong, ada yg icip2. Yg jelas mbak tini sempat, “ih si jun..” melihatku memotong buah dg tangan kiri (1mangga dan 1 kedondong), steril kata rostina… sudah motongin buah kita langsung motongin makanan kecil yg macam-macam, kali ini dg gigi….. ada yg asam, manis, asin, pedas… pokoknya komplit… apanya yg mau dibantu,semua udah disiapkan oleh tuan dan nyonya rumah
Pelan-pelan tamu mulai berdatangan, perbandingannya 5 ap, 1 rumah f. Makin lama teman2 rumah f makin mojok, kalah pasukan, kita menguasai ruang tengah dan multimedia untuk mejeng foto ap. Hukum rimba ternyata emang hukum alam, yg banyak.. menang… (sorry mas pal dan mas2 yg lain). Lestari mulai sibuk dg kecapengannya memberi name tag bagi aspuriwati yg berdatangan… (gak percuma dibawa jauh-jauh dari bandung, hehehe) Cuma, masa pudji jadi capeng lagi? Untungnya yus, nining, ika, enok, endang, dan lisa datang… lepaslah pudji dari jabatan capengnya
tampak difoto angkatan 65-69, ngebon angkatan 70-72 biar imbang: Mien, nen, krisna, reny, asih, el, uras, yuyun (tapi itu kak krisna ikut nyempil di sini padahal bukan angkatannya)
foto angkatan 73-79: koo, astati, norma, anda, emmy, yanti, to-et, etty, dina, didien, idayanti, pudji, linda, ella, kun, jun, ken, rostina
Beberapa aspuriwati datang saat acara omong2 sedang berlangsung. Didien diantaranya, yg saat penggojlogan dimulai masih manyun sendirian diantara pasangan lainnya, karena mas dodiek masih parkir. Yg lain yanti (sahabat sekamarku) dan linda teman secapengku, aku tak bertemu dengannya sejak dia meninggalkan ap, ternyata rambutnya sudah buceri (istilah ella), belum dicek buceri atau bukepi kaya lia. Linda dan norma capeng teladan yg baik hati yg selalu membantuku terhindar dari kemarahan para senior karena malas dan lupa tugas… (“kamu anak kecil nakal”, kata linda)
Makan….makan… antrilah tua muda menuju meja makanan yg disiapkan tuan rumah di garasi. Sebagian langsung ambil ‘takjil’ (?) kolak (heeeee ingat… katanya diet???) dan rujak yg ada di ruang makan di dekat tempat kumpul…. Norma datang saat makan bersama mbak titi kami dan kak uras… senang bisa ketemu kak uras dipertemuan kita… mudah2an kita menjadi sedikit penghiburan bagi kak uras ditengah duka ditinggal Dr Erns suami tercinta, apalagi saudara kak uras juga sedang terbaring sakit. Doa kita semua buat ketabahan kak uras dan keluarga.
Saat makan, Mbak toet manggil, “jun, tau gak… tadi ada yg sok tau, bilang gini…. “Ehhhh kak roma… aku masih inget kok… sudah lama gak ketemu” aku bingung, lo.. kak roma kan sms gak bisa datang… “….dan dipeluklah… kak krisna..” …hehehe didien gak bisa bedain kak krisna dan kak roma…. Kak Krisna, senior kamarku masa capeng, yg ikut dengar cuma senyum manis sambil sedikit melet seperti kebiasaannya dulu. Btw, aku naksir banget dg batiknya mbak toet yg cantik…. Kayanya gak beda jauh dg batik oleh2 solo yg kupakai, Cuma yang pasti beda digit aja… Kita juga dihibur oleh dentingan piano kak krisna yg masih ok, suara ni mien, dan mbak etty. Mbak etty yg emang lincah dan ceria (kata lestari) berkali-kali ngajak dansa yg akhirnya dilayani oleh si menado norma untuk poco-poco. Kun dan mas agus yg setia dan kak ken dg mas agus juga (setia juga) datang… kun gak biasa telat, “banyak acara” katanya. Kak Ken? Spesialis telat, spesialis telat ini selalu bebawaan, kali ini bawa salak…
Aku mengeluarkan tas biru 77 dan berdiri di depan yanti dll, kencleng khas ap mulai jalan, beberapa mulai merogoh memasukkan tangannya ke dalam tas biru, supaya gak ketauan… Capeng Lestari, salah satunya… senior galaknya langsung nggertak,”eh maksudnya lestari yg ngiderin, bukan cuma masukin kencleng” “he…. si jun bisa aja kalo ngerjain orang” kayanya suara Yanti atau rostina tuh… ada yg tanya untuk apa kencleng… “Untuk kontribusi biaya halal bi halal, sukarela mbak, gak juga gak papa” Alhamdulillah, terkumpul Rp 1.8 juta. Diujung acara, nyonya rumah setelah sedikit perdebatan hanya mau menerima kontribusi Rp 800.000 dan minta sisanya dimasukkan dalam kas alumni ap itb untuk keperluan lainnya. Kesepakatan kita adalah dananya akan dipakai untuk kontribusi awal pada reuni berikutnya dan dana social bila ada yg membutuhkan. Mudah2an semua isu keuangan bisa dilaporkan secara terbuka oleh capeng budi dan erni yg gak ikut reuni kali ini.
Sudah kenyang, kak reny yg mendaulat diri jadi wartawan foto mulai sibuk…”nanti fotonya per angkatan ya..” wah susah juga ngaturnya, kadang terpaksa diciduki satu-satu, ada yg lagi asik makan salak dipaksa… “foto dulu mbak”…tapi akhirnya jadi juga, walau ada yg nyempil. Dan mbak tini yg dibawa jauh dr bandung tak mejeng karena kebetulan lagi sholat… Yg datang telat, kak enci, kak yeni kayanya juga gak kebagian difoto… mungkin kak reny nanti bisa ngulik… Lucunya setelah berhasil mengumpulkan angkatan 50-65 untuk mejeng, di kiri ada mas rumah f dari angkatan yg sama kelihatannya ragu2 antara mejeng atau minggir. Waktu saya bilang, “silahkan aja mas, boleh kok rumah f ikutan” si mas malah langsung mundur, “ ah… nanti ada penyamun di sarang perawan”, katanya. Paling enak ngumpulin angkatan 80an… “caaapeeennnggggg” langsung kumpul, hehe
Setelah sesi foto selesai, aspuriwati mulai berangsur pamit… emang udah mulai sore… teman2 seperjalananku mulai tak sabar melhatku lelet dan masih sibuk dg data dan cd… sampe ella bilang, “udah matiin aja laptopnya, nanti dia pasti ngajak pulang” ya deh bu dekan, aku nurut… kita pamit, yuuuukkk. Mbak etty mulai memimpin paduan suara yg gak padu menyenandungkan lagu2 kebersamaan dan perpisahan, kadang balapan dg pianonya kak krisna……
Terimakasih semua…. telah memberikan kenangan yg berharga tentang arti suatu kebersamaan dalam keberagaman… senang kumpul dg kakak, sahabat, dan adikku se ap…. Terimakasih juga buat kak idayanti dan mas palgunadi yg telah menyediakan tempat dan memfasilitasi segala sesuatunya. Semoga Allah membalas semua kebaikan. Mohon maaf bila ada laku dan kata yang salah… sampai ketemu lagi pada reuni mendatang… Sayup-sayup terdengar nyanyian fals mahasiswi kos-kos an sebelah rumahku… ”tersenyumlah dan tetap tertawa… emang dunia tak seindah surga…” yg membuatku tersenyum sendiri mengingat masa mahasiswaku di gelapnyawang….
04 November 2008
Halal bil Halal di Jakarta di Rumah Idayanti Palgunadi
Membaca email yang sangat berharap melihat wajah-wajah yang datang dengan ini saya coba taruh di blogger ini :
Foto I : Dari yang tertua sampai angkatan 1964 yang masuk di ITB :
Foto II : Dari Angkatan 1965 - 1970 :
Foto III : Dari Angkatan 1971 - 1980 :
Foto IV : Dari Angkatan 1981 - lainnya...yang termuda maksudnya :
Foto V : Mudah-mudahan tidak ada yang tertinggal alias lengkap :